Selasa, 29 Mei 2018

Rahasia Diet turn 30 Kg dalam 5 Bulan

Saat berat badannya mencapai 85 kg, Angel Raighn Flores tahu ia tidak normal.
Ia sudah termasuk obesitas, namun seperti orang-orang pada umumnya, Angel juga kesulitan menurunkan berat badannya.

Selama bertahun-tahun, Angel telah mencoba berbagai macam diet tapi tak ada yang benar-benar berhasil.
Tapi baru-baru ini, berat badannya turun menjadi 56 kg dalam waktu 5 bulan saja.

Penurunan 29 kg berat badannya itu membuat banyak netizen yang terpukau pada transformasinya.

Lalu, apa rahasia Angel?

Dalam postingannya yang viral di Facebook, Angel membagikan foto transformasinya untuk menginspirasi orang lain.

Angel mengungkapkan bahwa diet benar-benar bisa dijalani asalkan memiliki tekad.

Angel mengungkapkan bahwa cara dietnya yang bermacam-macam telah dilakukan tapi tak ada hasilnya.

Keluarga dan teman-temannya selalu mendukung.
Ia bahkan dibelikan peralatan diet jika ia ingin mencoba metode diet yang baru.

Namun semua peralatan olahraga tersebut cepat terlupakan begitu saja.
Angel sadar betul masalah berat badannya merupakan hal yang serius.

Selain berpengaruh pada kesehatannya, Angel juga kesulitan mencaari baju-baju yang cocok untuk berbagai aktivitasnya.

Angel pun menolak ketika diajak ke pesta karena tidak percaya diri.
Tapi suatu hari, Angel melihat perjalanan penurunan berat badan dari Abigail Galang Rebong.

Transformasi tersebut benar-benar mendorongnya untuk mencoba diet lagi dan menurunkan berat badan.

Angel mengajak teman-temannya untuk pergi ke gym.

Tapi seperti yang sebelumnya, Angel mulai lelah dan bosan sehingga tak pernah lagi ke gym

Namun Angel tetap menjaga pola makannya.
Ia tetap pada peraturan "Tanpa nasi, tanpa daging."
Angel juga menghindari makanan gorengan.

Angel pun tetap disiplin pada aturannya itu dan hasilnya sudah terlihat 5 bulan kemudian.



Rabu, 25 April 2018

Kasus Suap - KPK Periksa 20 Anggota DPRD Sumatera Utara Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kasus Suap Gatot Pujo Nugroho, KPK Periksa 20 Anggota DPRD Sumatera Utara,

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap anggota DPRD Sumatera Utara terkait dugaan penerimaan suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

"Hari ini diagendakan pemeriksaan terhadap 20 anggota DPRD Provinsi Sumut," ujar Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah.

Pemeriksaan dilakukan seperti dua hari sebelumnya, yaitu di kantor Kejaksaan Tinggi provinsi Sumut.
Uang tersebut diduga digelontorkan Gatot kepada anggota tersebut untuk persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut tahun anggaran 2012-2014.

Selain itu, suap yang diberikan ini terkait dengan persetujuan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah Sumut tahun anggaran 2013 dan 2014.

Serta pengesahan anggaran pendapatan dan belanja daerah Sumut tahun anggaran 2014 dan 2015.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 Ayat (1) dan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Selasa, 10 April 2018

Wanita di Nilai karena Wajahnya

Kebanyakan perempuan ingin memiliki wajah yang cantik jelita. Mereka pun tak masalah meski menghabiskan banyak uang untuk melakukan perawatan wajah. Tak hanya itu saja, kaum hawa juga harus menyiapkan dana yang tak sedikit untuk make up. Begitu juga yang dilakukan oleh seorang perempuan asal Inggris, Sophia Ridlington. Sophia Ridlington merupakan perempuan yang rajin memakai make up kemanapun ia pergi. Ia mengaku lebih percaya diri jika dilihat dengan riasan wajah.

Namun, di satu sisi Sophia Ridlington juga ingin menunjukkan dirinya yang sebenarnya ke orang lain. Sophia pun menghapus make upnya dan menunjukkan wajah tanpa riasan ke kekasihnya. Ternyata, pacar Sophia bukanlah pria baik-baik seperti yang selama ini diharapkannya. Pria tersebut malah memutuskan hubungan dengan Sophia setelah melihat wajah tanpa make upnya.

"Mantanku tak mau bersamaku, hatiku hancur, dia tak menerimaku apa adanya," ungkap Sophia.

Sophia Ridlington memang menderita penyakit kulit Psoriasis yang membuat kulitnya penuh bintik merah. Itulah sebabnya Sophia selalu memakai make up karena malu saat ada yang melihat penyakitnya. Tapi di saat ia ingin menunjukkan jati diri, kekasih yang dirasa bisa mendukungnya malah meninggalkannya.Sophia Ridlington juga sering memakai baju lengan panjang dan celana panjang untuk menutupi penyakitnya.

"Aku selalu memakai baju lengan panjang dan celana panjang setiap keluar rumah," ujarnya.

"Sulit sekali bagiku ketika orang-orang melihatku seakan aku berbeda dari mereka," tambahnya.

Untungnya, penyakit dan pengalaman pahit itu tak membuat Sophia patah semangat. Ia sekarang sedang mendalami make up untuk mewujudkan keinginannya jadi make up artist profesional. Sophia ingin kisahnya dapat menjadi motivasi untuk orang yang mengalami nasib serupa.

"Aku berharap bisa mendukung orang-orang di posisi yang sama denganku untuk menerima Psoriasis mereka," katanya.

Melalui akun Instagramnya, Sophia juga mengumumkan bahwa kini keadaannya semakin membaik. Wajahnya tak lagi terdapat bintik-bintik merah seperti sebelumnya.

10 pekerjaan riskan melakukan perselingkuhan

10 pekerjaan yang paling berisiko melakukan perselingkuhan:

1. Keuangan (Bankir)

2. Penerbangan (Pilot, Pramugari)

3. Perawat Kesehatan (Dokter, Perawat)

4. Bisnis (Manajer, Sekertaris)

5. Olahraga (Altet, instruktur)

6. Seni (Musisi, Model, Selebritas)

7. Industri Hiburan Malam (Penari, Pelayan)

8. Komunikasi (Jurnalis, Pulic Relation)

9. Hukum (Pengacara, Sekertaris)

10. Sektor lain

Rabu, 07 Maret 2018

Wanita Lebih Nyaman Selingkuh dengan Teman Sekantor

Tak hanya di kalangan selebritas, perselingkuhan juga bisa terjadi di banyak profesi lainnya.

Yang jelas, melakukan perselingkuhan di kantor dengan rekan kerja bukan ide yang bagus untuk kelangsungan pernikahan Anda.

Meski demikian, terkadang perselingkuhan menjadi sulit dihindari karena sebagian besar waktu Anda dihabiskan di kantor.

Medicaldaily.com pernah mencari tahu hubungan antara profesi dengan risiko berselingkuh terbesar.

Victoria Milan sebuah situs yang menangani seputar kencan dan perselingkuhan memberikan penjelasan mengenai beberapa pekerjaan yang masuk dalam unggulan di dalam survei tersebut.

Menurut Victoria Milan, perselingkuhan sangat mungkin dilakukan para bankir karena berprofesi sebagai pegawai bank cenderung perlu menipu daripada pekerjaan lain.

Melansir dari Mirror.co.uk, menurut penelitian teradapat 10 sektor pekerjaan yang rentan mengalami perselingkuhan.

Fakta ini berasal dari jajak pendapat yang dilakukan kepada 5.658 wanita karir.

Hasilnya, sekitar 65% wanita mengaku mereka tidak setia dengan pasangannya karena memiliki selingkuhan di kantor.

Tetapi, 85% diantaranya memilih untuk tidak berhubungan terlalu jauh dengan selingkuhan.
Survei tersebut juga menunjukan perilaku positif orang-orang yang melakukan perselingkuhan di kantor ternyata lebih merasa nyaman berada di kantor.

Rasa nyaman ini cenderung membuat produktivitas pekerja yang berselingkuh meningkat.

Para pekerja yang melakukan perselingkuhan bahkan menganggap kantor sebagai tempat yang ideal untuk berkencan.

Meski membuat produktivitas naik, perselingkuhan di tempat kerja tetaplah berisiko.

Sekitar 70% wanita mengaku hubungan perselingkuhan biasanya bersifat sementara dan dapat kandas sewaktu-waktu.

Tentu sulit bekerja bersama mantan selingkuhan di dalam lingkungan yang sama.

Lebih dari 21% wanita khawatir mengenai rumor perselingkuhan di kantor yang mungkin sampai ke telinga pasangan resmi.

Di sisi lain, hanya 10% wanita yang menganggap perselingkuhan dapat menghambat karir mereka.

Sigurd Vedal, pendiri Victoria Milan mengatakan kesimpulan survei yang menunjukan bahwa orang lebih menikmati kehidupannya daripada karir.

"Survei tersebut dengan jelas menunjukkan meskipun ada risiko bagi karir Anda, berselingkuh di tempat kerja membuat hidup jauh lebih menyenangkan," papar Vedal.

Sedangkan alasan lainnya disebabkan oleh sensasi dari perselingkuhan untuk mengurangi kebosanan kehidupan rumah tangga.

Namun demikian, Psikolog Jay Kent Ferraro menemukan fakta perselingkuhan di kantor bukan penyebab utama dari perceraian.



Jumat, 19 Januari 2018

Kenapa Kencan dengan Rekan Kerja

Hubungan di lingkungan kerja bisa dikatakan sebagai hal lucu dan menyenangkan.

Pasalnya, biasanya kita akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman sekantor dibanding dengan teman satu flat, bahkan pasangan.

Dilansir dari Independen.co.uk, sekitar 17% orang bahkan memiliki pasangan hidup di tempat kerja yang bisa saling bertukar ide, berbicara tentang keluhan pekerjaan hingga sama-sama merasa nyaman.

Menurut penelitian totaljobs, 22% orang bertemu pasangan romantis mereka di tempat kerja.
Sementara itu, 13% pertemuan online, 18% bertemu melalui teman, dan 10% bertemu secara tiba-tiba di malam hari.

"Kebanyakan orang dewasa menghabiskan minimal 1.680 jam per tahun di kantor, sehingga Anda cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dengan rekan kerja," kata David Brudö, CEO dan salah satu pendiri aplikasi kesehatan mental Remente kepada Independent.co.uk.

Ia menambahkan bahwa bekerja di kantor memberi peluang untuk mengenal seseorang dengan cara yang lebih intin dibanding aplikasi kencan.

Hubungan di lingkungan kerja bisa dikatakan sebagai hal lucu dan menyenangkan.

Pasalnya, biasanya kita akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman sekantor dibanding dengan teman satu flat, bahkan pasangan.

Dilansir dari Independen.co.uk, sekitar 17% orang bahkan memiliki pasangan hidup di tempat kerja yang bisa saling bertukar ide, berbicara tentang keluhan pekerjaan hingga sama-sama merasa nyaman.

Menurut penelitian totaljobs, 22% orang bertemu pasangan romantis mereka di tempat kerja.

Sementara itu, 13% pertemuan online, 18% bertemu melalui teman, dan 10% bertemu secara tiba-tiba di malam hari.

"Kebanyakan orang dewasa menghabiskan minimal 1.680 jam per tahun di kantor, sehingga Anda cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dengan rekan kerja," kata David Brudö, CEO dan salah satu pendiri aplikasi kesehatan mental Remente kepada Independent.co.uk.

Ia menambahkan bahwa bekerja di kantor memberi peluang untuk mengenal seseorang dengan cara yang lebih intin dibanding aplikasi kencan.

Survei terhadap 5.795 pekerja UK mengungkapkan bahwa dua dari tiga orang akan siap untuk berkencan dengan seorang rekan, sementara sepertiga sisanya tidak akan pernah memimpikannya.

Alasan utama mereka yang ragu-ragu akan hubungan cinta dengan rekan sekantor adalah kekhawatiran bahwa mereka tidak bisa membagi pikiran untuk pekerjaan dan percintaan.

Disamping itu, ada pula aturan lama yang melarang hubungan cinta antar rekan kerja.

Ada hal lain yang perlu dipertimbangkan juga.


Sekitar 60% dari mereka yang disurvei mengatakan mereka merasakan tekanan untuk bertindak lebih profesional ketika mereka berada dalam hubungan kerja, dan 51% mengatakan mereka khawatir tentang gosip.

Senin, 14 April 2014

Geledah Kasus Dermaga Sabang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah lokasi terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Heru Sulaksono, kemarin. Kasus TPPU ini adalah pengembangan dugaan korupsi Proyek Pembangunan Dermaga Pongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, Provinsi Aceh pada tahun 2006-2010.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP menjelaskan, penggeledahan itu dilakukan di 2 lokasi berbeda. Pertama di sebuah rumah milik Heru di Jalan Malaka Biru IV Nomor 14, RT 10/RW 10, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Dari rumah itu, kata Johan, penyidik menyita mobil Honda CRV B 1615 HE.

"Kemudian disita juga uang US$ 37.390 dan Rp 50 juta. Kemudian mobil CRV disita, mobil itu atas nama Rina Puspita‎," beber Johan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/4/2014).

Kemudian, lanjut Johan, penggeledahan kedua berlangsung di rumah salah seorang saksi kasus ini, yakni Didik Priyanto. Lokasinya di Taman Kedoya Permai di Jalan Limas I B5 Nomor 16, RT 07/RW 07, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Di rumah Didik penyidik menyita mobil VW jenis Beatle nomor B 1117 RH. Mobil ini atas nama Didik Priyanto," ujarnya. Penyitaan-penyitaan itu dilakukan, lanjut Johan, karena diduga berkaitan dengan TPPU yang dilakukan dengan Heru.

Dalam kasus dugaan korupsi ini, KPK telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka pada Agustus 2013. Ketiga tersangka itu adalah Ramadhani Ismy, Heru Sulaksono, dan Syaiful Achmad.

Ramadhani adalah pejabat pembuat komitmen (PPK) Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang pada BPKS, Heru merupakan Kepala PT NK Cabang Sumatera Utara dan Aceh merangkap kuasa Nindya Sejati Joint Operation, dan Syaiful adalah Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Sabang periode 2006-2010.

Ketiga tersangka diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu korporasi terkait pembangunan dermaga bongkar di Sabang. Akibatnya, negara diduga mengalami kerugian sekitar Rp 249 miliar.

Oleh penyidik, Ramadhani dan Heru disangka melanggar pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto pasal 65 ayat 1 KUHP.

Sedangkan Syaiful dijerat dengan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Tak cuma itu, dalam pengembangan kasus ini, Heru juga ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Heru diduga melanggar pasal 3 dan atau pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dan atau pasal 3 ayat 1 atau pasal 6 ayat 1 UU Nomor 15 Tahun 2002 tentang TPPU sebagaimana diubah dengan UU 25 Tahun 2003 tentang TPPU juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah tempat di Jakarta, terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang tersangka Heru Sulaksono. Kasus TPPU ini merupakan pengembangan dari kasus dugaan korupsi Proyek Pembangunan Dermaga Pongkar Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, Provinsi Aceh pada 2006-2010.

"Perlu diinformasikan bahwa siang hari ini, terkait dengan penyidikan dugaan TPPU dengan tersangka HS, terkait dengan kasus Pembangunan Dermaga Sabang. Penyidik melakukan penggeledahan," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di Jakarta, Kamis (10/4/2014).

Johan penggeledahan ini dilakukan di sebuah rumah di Jalan Malaka Biru IV Nomor 14 RT 10 RW 10 Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Kemudian di Apartemen Salemba di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat. Dan sebuah rumah di Taman Kedoya Permai di Jalan Limas I B5 Nomor 16, RT 07/RW 07 Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Dalam kasus dugaan korupsi ini, KPK telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka pada Agustus 2013 lalu. Ketiga tersangka itu adalah Ramadhani Ismy, Heru Sulaksono, dan Syaiful Achmad.

Ramadhani adalah pejabat pembuat komitmen (PPK) Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang di Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). Sementara Heru merupakan Kepala PT NK Cabang Sumatera Utara dan Aceh, merangkap kuasa Nindya Sejati Joint Operation, dan Syaiful adalah Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Sabang periode 2006-2010.

Ketiga tersangka diduga melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang dengan memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu korporasi terkait pembangunan dermaga bongkar di Sabang. Akibatnya, negara diduga mengalami kerugian sekitar Rp 249 miliar.

Oleh penyidik, Ramadhani dan Heru disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 Ayat 1 KUHPidana.

Sedangkan Syaiful dijerat Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Tak cuma itu, dalam pengembangan kasus ini, Heru juga ditetakan tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Heru diduga melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dan atau Pasal 3 ayat 1 atau Pasal 6 ayat 1 UU Nomor 15 Tahun 2002 tentang TPPU, sebagaimana diubah dengan UU 25 Tahun 2003 tentang TPPU juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
Penyidik KPK melakukan penggeledahan sebuah rumah di Jalan Malaka Biru IV, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Dari penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi proyek dermaga di Sabang itu, KPK menyita 1 mobil.

Rumah bernuansa kuning itu diketahui milik Heru. Namun, belum diketahui apa kaitannya sang pemilik rumah dengan kasus tersebut.

KPK sudah berada di rumah itu sejak pukul 11.00 WIB. 2 Jam kemudian, petugas sudah meninggalkan kompleks Malaka Country. Petugas diketahui menyita 1 unit mobil Honda CRV cokelat dari rumah itu.

"Petuganya pakai Elf sama Innova. Terus di belakangnya mobil Pak Heru CRV juga dibawa," kata salah seorang petugas keamanan komplek yang tak mau disebutkan namannya, Kamis (10/4/2014).

Petugas keamanan itu menjelaskan, saat pengeledahan anggota keluarga itu lengkap sedang berada di rumah termasuk Heru dan istrinya.

"Tadi mah memang lengkap ada semua. Pak Herunya ada istrinya ada. Saya tahu itu mobil Pak Heru karena memang setiap hari mobil itu dipakai," lanjutnya.

Saat ini pnggeledahan sudah selesai. Rumah bernuansa kuning itu tampak sepi. Di halaman rumah hanya terparkir sebuah mobil Toyota Vios dan sebuah motor Honda Vario.

Tak terlihat aktivitas yang menonjol dari rumah itu. Hanya ada 2 anjing yang terus menggonggong saat awak media mendekati pagar rumah.

Sebelumnya, KPK resmi menetapkan bekas anggota DPR dari Fraksi PAN Teuku Saiful Achmad sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dermaga bongkar di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, Aceh. Dalam kasus ini, diduga terjadi penggelembungan nilai proyek sehingga merugikan negara Rp 294 miliar.