Selasa, 21 Mei 2013

Diwarnai Rentetan Tembakan, Seorang Pemuda Diamankan

BANDA ACEH - Warga Desa Lampulo Baru, Kecamatan Kuta Alam, dihebohkan sedikitnya rentetan lima tembakan, Senin (13/5) sekira pukul 01.15 WIB dinihari kemarin. Belakangan, seorang pemuda, Ay (20) yang mengaku warga Lamseupung Kecamatan Luengbata, Banda Aceh, diamankan warga. Dikira maling, tubuh pemuda itu, sempat dihujani bogem mentah warga yang emosi.

Belakangan diketahui jika, Ay spooring (lari-red) dari Mapolsek Kuta Alam, sejenak dia diamankan anggota Polsek setempat, setelah ditemukan mojok di kegelapan bersama seorang temannya. Sang teman akhirnya melarikan diri menerobos ke gelapan malam.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Moffan MK SH, melalui Kapolsek Kuta Alam, Iptu Andri Permana Amd IK, yang dihubungi kemarin, mengakui insiden tersebut. Menurutnya, sebelum berusaha lari dengan menaiki sejumlah atap rumah warga, Ay sempat diamankan polisi setelah dicurigai berdiri di pinggir Jalan T Diblang, Gampong Lampulo, Banda Aceh.

Ay yang bersama temannya berinisial Ri yang berhasil kabur saat itu dipergoki oleh personel Polsek Kuta Alam, yang baru kembali dari arah Jalan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Karena curiga dengan kedua remaja yang berhenti di tempat gelap pinggir jalan Tgk Diblang, sekira pukul 01.15 WIB dini hari, anggota Polsek pun berhenti dan mendekati Ay dan Ri. “Ri, yang pertama ditanyai anggota, berdalih mereka berhenti untuk buang air kecil. Namun, dia tiba-tiba langsung kabur dengan membawa serta bungkusan yang kami yakini sebuah tas.”

Ay, yang juga berencana lari dengan sepeda motor Supra 125 dikendarainya berhasil dicegah personel dan langsung dibawa ke Mapolsek. “Kalau mereka tidak melakukan sesuatu yang salah, untuk apa lari. Kan itu yang jadi pertanyaannya,” kata Andri.

Kapolsek Kuta Alam itu menjelaskan saat personel mau memintai keterangan, tiba tiba remaja itu kabur dengan memanjat atap rumah warga. Sehingga tindakannya itupun membangunkan seisi rumah. Polisi akhirnya meminta Ay menyerahkan diri dengan cara melepaskan sejumlah tembakan ke udara dan hal itu cukup mengejutkan warga. “Kami mendengar sekitar lima tembakan,” ujar seorang warga tak jauh dari lokasi itu, kemarin.

Belakangan puluhan warga tanpa dikomandoi keluar rumah berusaha mencari tahu apa yang terjadi. “Melihat ada seseorang lari di atap rumah warga langsung mengejar. Mungkin di pikiran warga, Ay itu seorang pencuri, sehingga warga pun akhirnya menangkap Ay dan sempat menghaidiahi runtunan bogem mentah. Anggota berhasil menarik Ay dari kerumunan massa,” sebut Andri.

Ay bersama sepeda motor (sepmor) Supra X 125 miliknya yang tanpa pelat belakang serta bagian spare part lainnya yang telah dibuka, diamankan di Polsek Kuta Alam. Namun, remaja itu memilih bungkam, terkait apa yang telah dilakukan bersama Ri, rekannya yang berhasil kabur tersebut.

Kecurigaan polisi pun mengkerucut ke sepmor milik Ay yang turut diamankan. Tapi, jok sepmor Ay sulit untuk dibuka. Sehingga berbagai usaha dilakukan, jok itu pun berhasil dibuka dan bersama-sama dengan wartawan polisi mengeluarkan isinya. Di paling sudut jok sepmor itu, polisi mencurigai sebuah bungkusan yang dibalut koran. Begitu dibuka ternyata isinya daun ganja.

Pemuda Ay bersikukuh itu bukan miliknya, bahkan ibu pemuda itu yang juga ada di kantor polisi balik bersitegang menuduh polisi menjebak.

Wanita itu baru tak berkutik ketika polisi memperlihatkan semua isi sms dari hp anaknya yang dikirimkan oleh rekan-rekannya yang menjelaskan bahwa Ay tengah merencanakan sebuah transaksi ganja. “Dari tes urine yang dilakukan di RS Bhayangkara, Banda Aceh, Ay juga positif menggunakan narkoba,” demikian Kapolsek Kuta Alam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar